Selasa, 28 April 2015

Komputasi Awan (Cloud Computing)





Apa itu cloud computing ?

   Cloud computing atau komputasi awan merupakan kombinasi pemanfaatan teknologi komputer dengan pengembanfan berbasi internet. Sebutan cloud sendiri merupakan sebuah istilah yang diberikan pada teknologi jaringan internet.

Pada teknologi komputasi berbasis awan semua data berada dan disimpan di server internet, begitu juga dengan aplikasi ataupun software yang ada pada umunya dibutuhkan pengguna semuanya berada di komputer server. Pengguna harus terhubung ke internet untuk bisa mengakses dan menjalankan aplikasi yang berada di server tersebut.

Dengan kata lain pengguna bisa saja hanya menyediakan sebuah komputer dan perangkat jaringan internet untuk bisa terhubung ke server internet dan menyimpan data di komputer server tanpa harus menyediakan harddisk yang berkapasitas besar pada komputernya sendiri untuk menyimpan datanya, begitu juga dengan program aplikasi katakanlah seperti Microsoft Office, Excel dan lain sebagainya pengguna bisa menjalankan aplikasi tersebut di server internet sehingga tidak perlu repot-repot untuk menginstall aplikasi tersebut di komputernya sendiri.

Menurut Akhmad Syaikhu didalam jurnalnya KOMPUTASI AWAN (CLOUD COMPUTING) PERPUSTAKAAN PERTANIAN, cloud computing atau komputasi awan ialah teknologi yang memanfaatkan layanan internet menggunakan pusat server yang bersifat virtual dengantujuan pemeliharaan data dan aplikasi. Keberadaan komputasi awan jelas akan menimbulkan perubahan dalam cara kerja sistem teknologi informasi dalam sebuah organisasi. Hal ini karena komputasi awan melalui konsep virtualisasi, standarisasi, dan fitur mendasar lainnya dapat mengurangi biaya Teknologi Informasi (TI), menyederhanakan pengelolaan layanan TI, dan mempercepat penghantaran layanan. Secara umum Arsitektur komputasi awan tediri dari : 

1.      Infrastructure as Service (IaaS)
2.      Platform as Service (PaaS) 
3.      Software as Service (SaaS)

Jenis layanan cloud computing

1# Infrastructure as Service (IaaS)

Infrastructure as Service merupakan layanan yang menyediakan infrastruktur IT kepada pengguna akhir dimana layanan tersebut dibangun berbasis cloud. Infrastruktur tersebut bisa bersifat fisik seperti harddisk, memory, jenis server, jaringan dan sebagainya.

Cloud provider disini hanya menyediakan infrastruktur berdasarkan permintaan dari pengguna, jadi jika user ingin melakukan penambahan atau upgrade infrastruktur dia bisa menghubungi penyedia server cloud tersebut. Contoh dari layanan ini seperti Amazon EC2, Rackspace Cloud, dan sebagainya.

2# Platform as Service (PaaS)

Platform as Service meruapakan layanan yang menyewakan tempat untuk menjalankan sebuah aplikasi dari pengguna. Layanan tersebut bisa saja seperti penyediaan sistem operasi, database, framework yang merupakan platform untuk menjalankan sebuah aplikasi.

Jadi disini pengguna tidak perlu melakukan maintenance dan menyiapkan infrastruktur sehingga user hanya fokus untuk membangun aplikasi. Sebagai contoh layanan ini seperti Windows Azure, Amazon Web Service, Google Drive, dan sebagainya.

3# Software as Service (SaaS)

Software as Service merupakan layanan yang menyediakan aplikasi siap pakai yang ditujukan kepada pengguna akhir(End User). Disini user tidak perlu membuat aplikasi ataupun infrastruktur.

Contoh dari layanan ini seperti Hotmail, Gmail, Ymail, Twitter, dan Facebook disini user tidak perlu repot-repot membuat sebuah aplikasi alias siap pakai saja, untuk layanan berbayar contohnya adalah penggunaan aplikasi Office 365, Salesforce dan lain-lain.




Masalah dari cloud computing

1# Keamanan Data

Masalah keamanan data masih menjadi hal yang harus diperhatikan pada penggunaan sistem cloud, karena semua pengguna komputer yang terhubung dengan jaringan internet bisa saja mengakses server cloud, disini bukan tidak mungkin para penyusup sebut saja Cracker komputer bisa saja masuk ke server dan melakukan pengrusakan data, menghapus data ataupun mencuri data anda, untuk itu pilihlah server cloud yang anda nilai cukup aman dan memiliki integritas yang baik.

2# Privacy

Dari sisi privacy atau kerahasiaan data, tentu sekalipun sistem yang digunakan pada server cloud telah menerapkan enkripsi data, tetapi tetap saja ada kemungkinan data yang anda simpan di server cloud bisa terbaca oleh orang lain.

3# Rawan Penyusup

Seperti telah disinggun pada poin pertama keamanan data pada komputer cloud bisa saja menjadi masalah seperti terjadinya hacking data, measuknya penyusup seperti virus/malware ke server cloud bisa menjadi masalah bila sistem keamanan yang diterapkan oleh administrator server tidak kuat alias memiliki celah rawan.

4# Server Down

Kasus yang satu ini sering menjadi masalah pada komputer server, dimana server mengalami down ini dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti load yang terlalu tinggi pada saat bersamaan dari banyak user sehingga membuat resource berjalan lambat untuk menangani permintaan tersebut.

Implementasi Cloud Computing

#1 Cloud Computing Pada Bidang Kedokteran
  Dalam bidang kedokteran manfaat teknologi cloud computing di Indonesia juga diperlukan penggunaan teknologi yang memadai termasuk juga teknologi informasi berbasis Cloud Computing. Seperti halnya pengembangan "Telemedicine", yakni pelayanan di bidang kesehatan jarak jauh. Ini berarti bahwa layanan pengobatan yang mencakup semua bentuk pengobatan yang memanfaatkan media, dimana pasien dan dokter dapat berkomunikasi jarak jauh. Baik menggunakan telepon seluler telepon rumah, internet dan sebagainya. Telemedicine juga didefinisikan sebagai transfer data medis elektronik dari satu lokasi ke lokasi lainnya via online.

#2 Cloud Computing Pada Bidang Pemerintahan
  Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan. E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia telah menggunakan CLoud Computing.

#3 Cloud Computing Pada Aplikasi Web
  Cloud Computing adalah sebuah metode baru untuk menambah kemampuan ke komputer tanpa lisensi software baru, investasi di hardware atau infrastruktur baru atau pelatihan personil baru. Aplikasi dibeli, berlisensi dan menjalankan melalui jaringan bukan pengguna desktop. Menyediakan umum aplikasi bisnis online yang dapat diakses dari web browser, sedangkan perangkat lunak dan data disimpan di server.

Contoh implementasi Cloud Computing “Google Drive

Google Drive adalah layanan penyimopana daring milik Google yang diluncurkan pada 24 April 2012. Layanan ini merupakan ekstensi dari Google Docs dan akan menggantui URL docs.google.com dengan drive.google.com setelah diaktifkan. Google Drive memberikan layanan penyimpanan gratis sebesar 5 GB dan dapat ditambahkan dengan pembayaran tertentu. Saat ini Google Drive juga bisa diakses dari ponsel Android sehingga memudahkan untuk mengakses dimanapun kita berada.

Adapun kelebihan dan kekurangan dari Google Drive, yang akan dijelaskan dibawah :
Kelebihan : 
  • Dengan Hard Google, yang dapat meyimpan semua file di satu tempat, sehingga kita dapat mengaksesnya dari mana saja dan berbagi dengan orang lain.
  • Kita bisa Upload/Download file ke Hard Google langsung dari perangkat
  • Membuat file folder yang tersedia offline sehingga kita dapat mengaksesnya bahkan ketika anda tidak memiliki koneksi internet
  • Membuat dan mengedit dokumen Google dengan format rich text
  • Bisa membaca file dengan ekstensi .pdf
  • Akses dimana saja
  • Lebih dari penyimpanan kolaborasi
Kelemahan :

            Kelemahan semua penyimpanan data online adalah ketergantungan kita dengan jaringan internet. Untuk wilayan Indonesia tidak semua tempat memiliki akses internet yang memungkinkan dapat berjalan Internet dengan lancar.

Sumber :